Kamis, 22 November 2012

Merantau ....


Orang pandai dan beradab tak kan diam di kampung halaman
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang
Pergilah ‘kan kau dapatkan pengganti dari kerabat dan teman
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang.

Aku melihat air yang diam menjadi rusak karena diam tertahan
Jika mengalir menjadi jernih jika tidak dia ‘kan keruh menggenang

Singa tak kan pernah memangsa jika tak tinggalkan sarang
Anak panah jika tidak tinggalkan busur tak kan kena sasaran

Jika saja matahari di orbitnya tak bergerak dan terus diam
Tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang

Rembulan jika terus-menerus purnama sepanjang zaman
Orang-orang tak kan menunggu saat munculnya datang

Biji emas bagai tanah biasa sebelum digali dari tambang
Setelah diolah dan ditambang manusia ramai memperebutkan

Kayu gahru tak ubahnya kayu biasa di dalam hutan
Jika dibawa ke kota berubah mahal jadi incaran hartawan 

Oleh : Al-Imam Asy-Syafi’i


7 komentar:

  1. hidup anak rantau!! karena aku merantau, bertemulah dengan saudara baru, yaitu Tiara K.A, hehehe :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. HIDUUUUP!!! hooh ngut.. dengan merantau .. jumlah saudara kita berlipat lipat lho... alhamdulillah :) Thanks for comment ya ngut ^3^

      Hapus
  2. wih, syair (bener syair kah ini namanya? hehe) ini inspired sangat.. bikin mupeng merantau lagi :D

    semangat yo semua yg lagi dalam perantauan <3

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ih lek ngekost iku wis lumayan merantau kok ayang ... hooh .. ndang lulus.. dan merantau lagi ayang... suwun yo wis mampir ^3^

      Hapus
    2. hihi.. iya kah?
      sami-sami ayang.. keep writing :*

      Hapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus